aku rela tidak menjadi aku demi dirimu
aku mau, memperbaiki semua sikapku yang mungkin dulu meragu
berikan waktu, untuk mengulang, belajar
agar aku tak kehilangan sebagian sisi darimu
aku tak kuasa, bila harus sendiri lagi
mengulang duka tanpa bahagia
aku tak mau!
jangan biarkan aku sendiri!
aku tak bisa, aku tak berani!
Sabtu, 15 Juni 2013
Kelak
aku tahu kita sama-sama kuat
meski rasanya semua menghadang begitu saja
bahkan mungkin, aku sempat tak percaya
tapi inilah jalan, ketika Tuhan kembali menyatukan
ketika keinginan, selalu sejalan dengan apa yang ada dipikiran
entahlah sampai kapan
yang jelas, percayalah ..
kekuatan Tuhan, kekuatan kita
akan mendatangkan kebahagiaan untuk kita, dimasa depan, kelak
meski rasanya semua menghadang begitu saja
bahkan mungkin, aku sempat tak percaya
tapi inilah jalan, ketika Tuhan kembali menyatukan
ketika keinginan, selalu sejalan dengan apa yang ada dipikiran
entahlah sampai kapan
yang jelas, percayalah ..
kekuatan Tuhan, kekuatan kita
akan mendatangkan kebahagiaan untuk kita, dimasa depan, kelak
Rabu, 03 April 2013
Tanyaku
aku menikmati setiap tatapanmu
yang tepatnya sering membuatku membisu
kadang dalam pikirku penuh tanyaku
apa benar kau mencintaiku?
bukan karna aku meragu
tapi inilah aku, yang hanya ingin tahu
rasa cinta yang tulus tak ragu, tak palsu
aku cukup, cukup ingin tahu
bahwa kau mencintaiku
bukan dengan rayuan palsu atau ribuan pujianmu
inilah bisik dari hatiku
yang tak perlu diragu
biarlah aku menunggu
biar waktu yang menjawab tanyaku
karna ku percaya, kau juga mencintaiku
yang tepatnya sering membuatku membisu
kadang dalam pikirku penuh tanyaku
apa benar kau mencintaiku?
bukan karna aku meragu
tapi inilah aku, yang hanya ingin tahu
rasa cinta yang tulus tak ragu, tak palsu
aku cukup, cukup ingin tahu
bahwa kau mencintaiku
bukan dengan rayuan palsu atau ribuan pujianmu
inilah bisik dari hatiku
yang tak perlu diragu
biarlah aku menunggu
biar waktu yang menjawab tanyaku
karna ku percaya, kau juga mencintaiku
Selasa, 02 April 2013
Aku
Aku hilang dari aku
Semacam lelah lalu menghindar sejenak
Dimana aku?
Aku yang dulu adalah aku
Mengapa kini bukan aku yang ku lihat?
Seperti bayangan lain yang bukan aku
Dekat malah hilang, jauh makin tak terpandang
Harapan palsu, fatamorgana
Entah,
Aku bingung
Bukan seperti aku
Aku rindu aku
Aku, aku yang dulu
Bukan aku, yang tampak membisu
Bukan pula aku, yang hanya termangu
Hilang sudah, diriku
Aku, dimana aku, yang dulu?
Jumat, 29 Maret 2013
Yang Tercinta, Mencintaiku dengan Sederhana
Terima
kasih semesta, atas hujan yang menyapa sedari siang tadi. Hingga akhirnya
dinginnya menerpa hingga detik ini.
Malam
ini tak berbeda seperti malam-malam biasanya ketika aku menuliskan apa yang
ingin ku tuliskan. Apa yang akan ku tuliskan, mungkin intinya akan sama. Lagi-lagi,
aku menuliskan tentang cinta. Mungkin kau bosan dan bosan membacanya, tapi aku
tak peduli, yang penting, aku bisa meluapkan kata yang ingin ku nikmati, malam
ini aku ingin egois. Menceritakan cerita yang baru, dengan hal yang berbeda. Setidaknya
hanya untuk malam ini saja, ketika aku telah menyadari bahwa aku jatuh cinta. Tapi,
tak seperti biasa. Ini cerita tentang dia yang kucinta, yang ternyata membawaku
ke dalam nuansa sederhana, tentang dia yang berbeda.
Sebelumnya,
biarkan aku menyapa. Hai, ini sekedar sapaku pada semesta. malam ini aku
bahagia. Hujan membawa aku bersamanya. Melewati sudut kota yang dingin, yang penuh
dengan tetesan dan rintikan yang sedikit menyeruak dalam raga, biarkan. Yang
jelas, hujan malam ini memberi kesejukan dalam kalbu.
Oh
ya, ini tanyaku pada semesta, apa kau
percaya? bahwa cinta kadang datang tanpa rencana? Seperti halnya saat ini. Aku tak
pernah menyangka dia akan bersanding denganku. Dulu, mendekat saja rasanya
malu, oh tidak hanya dulu, kini-pun masih. Biarlah, aku tak meminta
macam-macam.
Semesta.
Cinta itu benar-benar datang dengan tiba-tiba. Semacam terdengar seperti lagu
Maudy Ayunda. Hah, cinta. Aku pernah trauma karna cinta. Tapi ini bukan
kesalahan cinta, karna sebenarnya, cinta datang saja tak bisa ditebak, atau bahkan
dipaksa. Ia akan mengalir dan menuju muaranya. Mungkin dulu, cintaku tertuju pada
orang yang salah, yang datang tidak pada waktu dan tempatnya. Ya, itu dulu. Bahkan
kini, aku sudah malas membahasnya.
Aku
menulis ini, bukan ingin membandingkan atau memperlihatkan siapa yang lebih
hebat atau lebih lemah. Tidak. Tidak sama sekali. Semua punya kelebihan, dan
kekurangan. Memang payah, tapi apa guna membandingkan? Bukannya itu malah
membuat renggang hubungan yang baru?
Kembali
pada cinta yang datang tiba-tiba. Hampir dua semester bersama tapi aku baru
menyadarinya, ada dia yang mempertahankanku dengan cara yang tak terlihat luar
biasa. Makanya benar saja, aku tak sadar bila dia dan aku jatuh cinta. Aku menyukai
caranya yang mencintaiku dengan cara yang biasa. Memang, dia membuatku merasa ‘tak
istimewa’, tapi itu hanya anggapan bodohku yang mungkin belum terbiasa, atau
anggapanku yang kurang mensyukur atas nikmat yang sebenarnya tak ternilai
harganya, yaitu dia, dan cintanya yang sederhana.
Aku
terlalu terbiasa dimanja, sampai ketika aku bertemu dengan dia yang berbeda
aku-pun banyak mengeluh. Maafkan aku. Mungkin aku hanya belum terbiasa. Bagiku
cukup dia. Dia yang membuatku merasa biasa. Dia tak berlebihan, tak seperti
yang lainnya, yang membawakanku setangkai mawar, banyak pujian, rayuan gombal,
atau apa-pun yang sering membuatku lupa daratan. Dia mengajariku cinta yang tak
berlebihan. Meski awalnya aku tak terbiasa, tapi entah-lah, tapi lama-lama yang
seperti ini, asyik.
Aku
baru menyadari, sesederhana ini. Kenapa tak sedari dulu, aku menemukannya? Ya,
mungkin kembali pada konsep awal. Semesta. semesta membiarkan aku belajar, dia
belajar, dengan masa lalu. Agar akhirnya nanti, kita bisa selalu bersama,
terbiasa, dengan cinta yang biasa, yang tak berlebihan sampai ke masa depan. Tetaplah
seperti ini, menjadi biasa yang sebenarnya adalah luar biasa.
Cups.
Untukmu yang tercinta, yang mencintaiku dengan sederhana J
Minggu, 17 Maret 2013
Untukmu yang Terkasih
Untukmu yang terkasih,
Terimakasih atas cinta dan kasih yang kau beri. Apa kabarmu wahai pujaan hatiku? Semoga
kau dalam keadaan baik seperti halnya aku disini.
Ohya, kapan dirimu tiba kemari? Menemani setiap
hari? Menemani menikmati hari sejak fajar hingga senja menghampiri .
Dengarkan hatiku, aku rindu. Apa kau merindukan ku juga?
Wahai pujaan hati, taukah? Aku ingin sedikit berbagi cerita.
Apa kau pernah mengenal rindu? Atau hanya aku saja ya yang mengenalnya? Oke, sedikit ku ceritakan.
Bagiku,
rindu itu kamu. Jauh memang, namun di hati tak pernah bersekat dan datang tak mengenal waktu.
Iya, rindu. aku memanggilnya
rindu, yang dalam setiap waktu menyapa, tanpa perdulikan, kapan-pun itu.
Sudah cukupkan. Ku ceritakan begini, kau buatku semakin rindu! Kapan
kita bisa bertemu, pujaan hatiku? Jawab tanyaku, ya? Semoga rindu ini terbalas, tak hanya diam tak
terbalas yang dilanda semu.
Terimakasih atas cinta dan kasih yang kau beri. Apa kabarmu wahai pujaan hatiku? Semoga kau dalam keadaan baik seperti halnya aku disini.
Ohya, kapan dirimu tiba kemari? Menemani setiap hari? Menemani menikmati hari sejak fajar hingga senja menghampiri .
Dengarkan hatiku, aku rindu. Apa kau merindukan ku juga?
Aku Bahagia
Ketika diam lebih berarti
Saling membisu hanya menatap
Aku tak peduli
Yang ku tau, kau membuatku nyaman
Kau membuatku terpaku
Terdiam dalam kesunyian
Enggan untuk melangkah
Cukup menatap, atau menatap cukup
Entahlah
Yang pasti, aku bahagia
Menemukanmu bersama siluet senja
Sedang menatapku tanpa ragu
Meneduhkan hatiku
Dengan tatapanmu
Yang mengkakukan indraku
Aku bahagia
Langganan:
Postingan (Atom)