Senin, 24 Desember 2012
Aku Tak Ingin, Mendua
Selasa, 18 Desember 2012
Seribu Tahun Lamanya
Selasa, 04 Desember 2012
Pemilik Hati yang Sepi
Kamis, 29 November 2012
aku menyukai hujan! dan aku, menyukai....
hai! kenapa kau biarkan aku menikmati hujan bersamamu? apa kau tak tau betapa bergetar hatiku waktu itu? apa kau tak mendengar detak yang begitu keras dari jantungku?
kau tau? senja memang tak bersahabat untuk kita saat itu. tapi, aku tak peduli. biar saja angin menerpa begitu kencangnya, ataupun derasnya guyuran yang sejujurnya membuat tubuhku terlalu dingin. ah...semua rasanya indah! rasanya, meski tubuhku terguyur hujan tapi tetap saja hangat karnamu.
oh...hujan, mengapa kau selalu membawakan radar manis setiap datang? bahkan karnamu, keromantisan yang terjalin terjadi begitu sempurna, secara alami, tak pernah dibuat-buat. pelukan hujan, sentuhan angin, serta percikan air yang mungkin mengotori kita. aku merasa, aku tak ingin hujan ini berhenti!
aku ingin mengulang hujan bersamamu.kau tau apa yang ingin ku tanyakan pada saat itu? adakah hal yang lebih indah selain merasakan hujan bersamamu? aku rela menghabiskan waktu dalam guyuran hujan, aku menyukai hujan! tapi, tidak dalam kesendirian. temani aku, aku tak ingin sendiri. bagiku, ketika menatap rintikan hujan bersamamu akan membuatku tenang.
berjanjilah, temani aku menikmati hujan! meski dalam senja yang berbeda, meski dalam cerita yang berbeda. sekali lagi ingin ku katakan, aku menyukai hujan! dan aku, menyukai
Senin, 12 November 2012
maaf-terima-kasih
kamu bilang aku harus tetap mencintaimu. kamu bilang aku harus berada tetap disisimu. tapi, kenapa kamu tiba-tiba meninggalkanku? meninggalkan ku tanpa alasan yang jelas. bukankah itu tak adil? membiarkan ku tersayat karna lukamu, lalu kamu menghilang,membiarkanku menangis tanpa kamu peduli lagi padaku.
kenapa kamu membiarkanku melupakan cara bahagia? apa kamu sengaja? rasa-rasanya apa yang ada kini tinggal menjadi serpihan luka.
aku mencintaimu, tanpa syarat. tanpa memintamu menjadi orang lain.mungkin, dipikiranmu aku ini hanya merepotkanmu, selalu meminta ini itu, selalu marah bila keinginanku tak pernah terwujud, selalu marah bila kau jauh dari sisiku.
tapi apa kamu tau kenapa aku seperti itu? bahkan kamu tidak pernah memberikanku waktu untuk sekedar mengatakan sesuatu.
kamu tau kenapa aku seperri itu? semua, semata-mata karna aku peduli padamu. aku sekedar ingin tau kabar darimu, tak ingin sedikitpun kehilangan momen ketika kamu tak berada bersamaku.
mungkin aku membosankan hingga akhirnya kamu meninggalkan ku. kita memang sama-sama egois, terlalu angkuh untuk bisa saling bertegur sapa atau bicara. rasa sedih memang ada, rasa marah mudah sirna, tapi kecewa, bukan hal yang mudah untuk membuatku bisa lupa.
maaf, aku memang lah aku. aku bukan kamu yang penyabar, yang pengertian, yang selalu bisa bikin ketawa, yang bisa ngasih kejutan dan keromantisan, aku bukan kamu yang sempurna buatmu tapi aku adalah aku. inilah aku yang sederhana, yang selalu mencintaimu tanpa alasan.
semua berakhir, tanpa lagi sisa kenangan yang indah. terimakasih karna kamu tlah mengajariku, tentang keikhlasan.
Selasa, 16 Oktober 2012
Dalam Hujan Aku Rindu
Ah musim hujan telah tiba. Rintikan yang selalu membawa rahasia, rintikan yang mempunyai sejuta makna. Semua karena hujan. Bau tanah, kesejukan, pelangi, serta keromantisan yang bisa ku rasakan.
Aku menyukai hujan, apalagi ketika ladang hati mulai merajuk, menginginkan kehangatan kasih, serta pertemuan singkat. Apa salah bila aku merasakan rindu bersama hujan? Dalam rintikan hujan, dalam sendu aku merindukanmu, bukan rindu karena tak bertemu, namun rindu yang kuinginkan dalam pelukan hujan bersamamu.
Mungkin, malam ini hanya hujan yang tau, betapa rindunya aku padamu. Sama seperti setiap tetesan air yang di bawa hujan dan jatuh menetesi bumi. Mungkin hujan pula yang tau, ketika dia terjatuh dari awan, dia mengajarkanku untuk sesekali terjatuh, namun tak akan lama kemudian, aku kembali, aku akan kembali menjadi awan yang terlihat cerah ketika tak ada mendung.
Hujan, meski sering membuatku basah dan dingin, tapi aku selalu menyukai hujan. Karena hujan aku bisa merindukanmu, karena hujan pula aku bisa mengingat kenangan bersamamu, karena hujan tiba, kamu ada untukku, mengisi hati yang sendu, menawarkan sejuta bahagia dan rindu.
Kamis, 13 September 2012
Kamu, (dulu) Masa Lalu-ku
first month |
Aku menulis malam ini dengan penuh suka cita dan suka cinta. Waktu ternyata berjalan begitu cepat tak seperti perkiraanku, seperti halnya meski satu bulan telah berlalu, kasamaran yang merajut hatiku tak jua hilang. Kebersamaan kita yang terjalin setiap harinya mungkin membawa nuansa indah yang menjadikan kasmaran ini tak jua pudar.
Ribuan kata mesra mungkin sudah terucap dari bibirmu, tak luput juga rangkaian bunga mawar yang selalu menjadi tanda cintamu, selalu ada mengiringi setiap langkah perjalananku. Aku jatuh cinta. Jatuh cinta dalam keadaan yang sederhana.Aku tak pernah meminta apa-apa darimu. Karena mencintaimu tak memerlukan lagi alasan. Aku beruntung. Aku beruntung bertemu denganmu lagi, karena dengan begitu, aku dan kamu bisa saling berbagi. Saling berbagi kisah, kasih,cerita, kenangan, yang terkadang membawa tangis dan tawa bahagia.
Memilikimu dimasa lalu adalah sebuah kenangan yang indah. Meski hanya berjalan seumur jagung, namun kamu selalu bisa membawaku kedalam dimensi hidupmu yang selalu mengharu biru. Kamu bak seorang pahlawan ketika aku membutuhkan bantuan di waktu itu. Dan kini, aku merasa sama. Tak ada yang berubah. Kamu tetaplah kamu yang dulu. Pahlawanku yang selalu menjadi penopangku di kala senang maupun sedih, menghantarkanku pada sebuah pintu kebahagiaan, tanpa ada rintihan tangis air mata.
Memilikimu kembali seperti sebuah mimpi. Ya, dahulu hanya dimimpi aku bisa menuangkan keinginanku, hanya di dalam mimpi juga kamu datang menghampiri dan memintaku kembali lagi, dan kini mimpi itu tak hanya sekedar bunga tidurku setiap malam. Kamu benar-benar datang kembali ke dalam kehidupan nyataku.
Dia adalah kamu. Kamu adalah masa laluku yang kembali datang, kamu adalah masa lalu ku yang kini selalu membahu mendampingi dalam setiap langkahku. Meski tak sedikit kekuranganmu, namun itulah yang menjadi penguatku. Itulah yang membuat ku selalu termotivasi untuk tetap berada di sampingmu. Meski kamu masa laluku, apa iya nanti kamu akan tetap berada di sampingku untuk mendampingkiku menuju masa depanku? Tak ada seorangpun yang tau. Aku, Kamu, Kita, hanya bisa berusaha dan berdo'a. semoga tak ada lagi berpisahan, kesalahpahaman, serta hal-hal yang membuat hubungan kita menjadi jauh lagi.
Hai kamu masa laluku, aku beruntung untuk bisa memiliki mu kembali, apa kamu merasakan hal yang sama sepertiku? :)
Jumat, 06 Juli 2012
IPS-Ilmu Pengetahuan Sosial
Sabtu, 30 Juni 2012 adalah hari penentuan saya, hari penting dalam sejarah hidup saya, penentu jurusan saya , antara IPS atau IPA hahaha (lebay nggak sih? yaudah sih). Oke cerita dimulai dari sini, pagi itu hati saya berdebar menunggu hasil rapor saya selama setahun menjadi anak kelas X- yap sepuluh. Tepatnya di semester II. Kalau boleh jujur, saya tidak galau jurusan karena dari awal (dari SMP) saya punya mimpi untuk masuk IPS, alasannya sederhana, saya 'kurang pandai' dalam urusan hitung menghitung, dalam angket pun saya memilih jurusan IPS karena saya memang merasa minat dan bakat saya berada di IPS.Yak hari itu saya memproklamatirkan (berasa presiden deh) bahwa sangat galau nilai. Saya takut bila nilai saya di semester II ini akan merosot (mempertahankan lebih sulit daripada melepaskan nilai T.T) karena saya merasa akhir-akhir ini cara belajar saya kurang maksimal.
Akhirnya waktu yang ditunggu datang, Ibu keluar dari lobi dan saya dengan setia masih dengan hati galau menunggu Ibu, dengan segera saya memberanikan menemui Ibu *saya berjalan slow motion gitu deh kayak di Upin-Ipin*. Eh tunggu, tau nggak saya galau kenapa? penting nggak sih? penting sih hehe oke yak galau yang pertama adalah karena saya takut masuk IPA dan galau yang kedua karena saya dilarang masuk oleh guru saya gara2 saya datang ke sekolah tidak menggunakan seragam, pengalaman ya! kalau ambil rapor jangan pakai baju bebas #CATET!. "Gimana, Bu?" pertanyaan saya pertama pada saat itu. "Selamat ya, A'yun masuk IPA rankingnya naik" HAH IPA? JLEB! hati saya serasa terpecah belah. *Ahh tidak aku mimpi, ini bohong, ini hanya fiktif belaka, aku pasti sedang diculik elang dan naga yang sedang casting di indosiar* (lebay lagi nggak sih? yaudah sih.). Saya mbrambangi dengan gaya-gaya sedikit mbrebes mili. "Ah ngapusi" kata saya pada saat itu juga. Dan saya memberanikan untuk membuka, dihalaman terakhir tertulis "Naik, ke kelas XI IPS" ALHAMDULILLAH Ya Allah IPS woy IPS! Ibu telah membuat hati saya hampir jadi kurang dari tiga-__-
IPS, Ilmu Pengetahuan Sains? Ikatan Pelajar Santai? BUKAN BUKAN!! IPS adalah Ilmu Pengetahuan Sosial. Alhamdulillah saya IPS asli IPS buka IPS abal-abal, saya bisa bilang begini bukan karena saya sombong atau bagaimana, saya tidak sombong dan saya tidak suka sama orang sombong(duh ngomong apa sih ane-,-). Saya bisa berbicara begini karena saya bisa mempertanggunjawabkan nilai, nilai IPS saya bisa dibilang Alhamdulillah melebihi target.Saya bahagia dan bangga masuk IPS. Selama ini banyak sekali orang berbondong-bondong untuk masuk IPA, tapi tidak bagi saya. Saya suka IPS, biarlah orang memandang IPS tidak sekece IPA, tapi statement tadi TIDAK berlaku bagi saya. IPA dan IPS sama saja, tinggal bagaimana kita menjalaninya.
Saya memilih IPS karena sejak SMP saya mempunyai mimpi untuk di kuliah nanti saya masuk jurusan IPS. Setiap kali teman saya bertanya, "Kamu IPS? aku kira IPA, kok masuk IPS? Mau jurusan apa emang?" Bertubi-tubi tembakan pertanyaan tertuju pada saya..Buuuumduaaar!! Saya terbangun. Iya ya saya mau masuk apa? bagaimana masa depan saya? apa manfaat saya memilih itu?? Saya tersadar. Ternyata itu adalah pertanyaan rumit yang telah saya siapkan dan pikirkan semenjak SMP dan sampai kini saya belum sepenuhnya menemukan jawabannya. Dan inilah beberapa ambisi saya untuk jangka kedepan (syetdah berasa calon ketua OSIS atau CaGub mau pemilu-,-)
Yang pertama adalah Hubungan Internasional. Mengapa demikian? Saya menjadi tertarik ketika melihat mbak-mbak, yaitu kakak kelas dari kakak kandung saya yang kuliah di Hubungan Internasioal. Si mbak bekerja sangat menyenangkan. saya tidak tau ini kebetulan atau memang si mbak pandai dan terpilih dalam suatu acara dunia. Anda tau Amazing Race? Ya! Dia menjadi pemandu di acara Amazing Race, WOW keren sekali! Meski saya tau bahwa Ilmu Hubungan Internasional tidak secethek itu. Ilmu Hubungan Internasional merupakan studi yang akan mempelajari tentang persoalan luar negeri dan isu global antara negara-negara internasional, organisasi antar pemerintah, dan organisasi nonpemerintah, serta perusahaan multinasional. Entah alasan apalagi yang membuat saya memilih HI saya juga belum tau. Intinya HI bisa bekerja di kedutaan atau di luar negeri hihihi.
Kedua adalah Komunikasi. Sederhana. Saya menyukai broadcast, entertaiment, dan hal-hal yang berbau dengan berita. Sejak awal SMP saya senang mendengarkan radio hingga saya mulai bermimpi untuk menjadi seorang penyiar radio (sayangnya mimpi itu masih tertunda saudara-saudara, mohon do'anya yak, bantuannya yak, jadi apa prokprokprok...). Hmm setidaknya saja ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain, dalam kasus ini saya ingin menjadi manusia yang dapat menyampaikan pesan dan nantinya mendapatkan feedback dari orang lain yaitu pendengar saya.
Ketiga adalah Psikologi. Psikologi? Iya. Saya suka memberi masukan kepada orang lain, meski saya sadar bahwa hidup saya saya sebenarnya belum teratur, tapi seperti statement saya diatas, saya ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain. Meski terlihat mudah, tetapi itu termasuk susah bagi saya karena saya 'belum' belajar hehehe yak mungkin dari belajar nanti saya akan mendapat lebih dari pembelajaran untuk kepribadian saya dan orang lain.
Dan keempat adalah Ilmu Ekonomi. Saya sedikit psimis dengan fakultas ini. Saya memilih ekonomi karena jika dilihat banyak peluang yang bisa saya dapatkan disini. Misal saja saya bisa bekerja di bank. Dan cita-cita besar adalah bekerja di BI ya, Bank Indonesia. Bank yang mengawasi seluruh bank-bank di Indonesia (HA-HA berasa paling berkuasa deh -,-) Gaji yang menguntungkan untuk masa depan serta kenyamanan dalam bekerja, sepertinya bisa di dapat setelah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Semoga ya nilai ekonomi saya nggak jeblok-jeblok amat kayak di kelas X kemarin hehehe
IPS, yaps mulai 16 Juli depan adalah hari pertama saya masuk sekolah. Hari dimana saya memulai untuk menginjakkan kaki menuju gerbang IPS, gerbang menjadi orang yang lebih baik lagi ^^, . Mimpi-mimpi untuk masuk ke jurusan keinginan semoga bisa terwujud, terlebih bila saya mendapatkan jalur undangan hihihihi. Mengejar jalur undangan tak segampang mengoyak layangan tatas, jalur undangan tak semulus jalur jalan tol, jalur trans jogja tak serumit jalur menuju undangan, jalur undangan tak secerak jalur jalan pintas, tapi InsyaAllah, jalur undangan memudahkan untuk menuju PTN hehehe kelak saya akan bahagiaaa sekali bila mendapatkan mimpi-mimpi saya hehehe cukup sekian, pokoknya saya mau buktikan saja tidak asal obral janji hehe...GO IPS, IPS GLORY :D nggak usah gengsi-gengsian ya mau IPA IPS yang penting pribadinya sendiri teman-teman, keep fight! ;)
Rabu, 27 Juni 2012
TEBS - Ten Bhe Solidarity-
TEBS 2014 |
Setelah usul asal diatas eh maksud saya asal usul diatas :p saya akan memperkenalkan members dari TEBS. Perjalanan TEBS di mulai ketika saya masuk sekolah pertama kalinya( saya lupa entah tanggal 6 atau 13 Juni 2011). Dibawah ini adalah absen anak-anak kelas XB dan saya akan mendeskripsikan sedikit tentang mereka (menurut pandangan saya hehe maaf bila tidak berkenan, kritik dan saran diterima teman-teman :p)
![]() |
Daftar Presensi XB |
1. Aji Shidiq Anggoro Putro, anaknya tinggi badannya, tapi suaranya duuuh...kecil sekali, suatu ketika saat Aji berbicara, salah seorang guru mengira bahwa Aji mengada-ada suaranya hingga Ia kena murka, padahal emang gitu kali ya suaranya. oke mungkin anda harus mendengarnya sendiri suatu hari, pesan saya, jangan kaget yah!
2.Ananda Dwi Sulchan, nah ini dia tokoh agama di kelas, sedikit-sedikit apa yang menyimpang selalu si Uchan memberi nasihat hehe kalo udah ketemu sama guru ekonomi saya, si Uchan bakal kelimpungan untuk bertanya-tanya tentang pertanyaan yang saya rasa, aneh.
3.Ari Natalia, alias Mbok Jum. cewek imut yang suka bikin gemes saya. ini si ranking pertama dikelas. anaknya hebohan, suka banget jadi bahan garapan anak sekelas, di gelitikin sampai latah "Eh sayangku, mati" hahaha saya kadang merasa kasihan ketika melihat dia di kerjai teman-teman.
4.Astri Suhartini, yap anak yang lahir 97 ini adalah teman saya semasa SMP, kami memang tidak terlalu dekat namun Alhamdulilah oleh Tuhan di perdekatkan ketika SMA ini (ciyeee). Bagi saya Astri adalah Zrintil, si anak galau yang susah move on huihi .. dia suka sekali menggombali saya dan teman-teman saya yang lain.
5.Benedictus Arie Kamanjaya, Dictus itu kayak pemain film Denias, itemnya doang sih hehe (ampun Dictus saya cuma bercanda ._.v), dia anak yang pendiem tapi lucu juga sih, berasal dari pulau Belitung (jauh ya? demi sekolah aja dia rela ke Jogya B) )
6.Dhani Catrianiningsih, Daniex alias Cemplux...ini adalah teman saya yang selalu mengingatkan saya bahwa hidup tak selalu tegar, kenapa saya berkata demikian? karena dia yang sukanya bilang "Gak usah sok tegar, Yun" *kemudian dia gelitiki saya* (Oke dani, makasih ya-________-)
7.Devi Ramadona, nggak banyak yang saya ketahui tentang dia, abis Devi misterius sih T.T nggak banyak omong, putih dan tembem. pokoknya dia mah rumahnya deket JEC, tanpa sadar tiap mau ke JEC, saya ,melewati rumahnya sejak saya SMP hihihi
8.Dimas Nuansa Gintingsuka, Dimas ini ketuanya TEBS ... nah temen-temen udah bisa menilai tanpa saya jelaskan hehe anak Medan ini si Dimas.
9.Eka Septy Inayahtul'Ain, Momow yaps Momow Jahat hehehe ini salah satu sahabat saya di SMA, dulunya dia cengeng sekali, duh nggk ada angin nggak ada hujan bisa ini sanak tiba-tiba nangis. Nah kalo sama Septy ini saya sukanya les nari bareng. Pacarnya seorang pengusaha Lobser. Bagi yang berminat beli Lobster segera hubungi Septy (Maaf sep aku ikutan bantuin Iklan Lobster._.) wait, apa ini ada mention dari Septy, oke ini pesennya sih gini "Mah aku eka septy inayahtul ain cantik sekali tiada taranya adiknya agnes monica :3 jangan lupain yaaaa :D" (Nak, kamu.........*shower mana shower*)
10.Erna Rosita, Erna anaknya anteng, rumahnya deket sama rumah saya. Cewek berkacamata yang pinter nari. dia juga yang tiap hari Kamis dan Minggu nari bareng saya hehehe
11.Fadlilah Rizky Anugerah, Fadli itu? tembem...gembul. Mungkin dia satu-satunya laki-laki di kelas yang sering saya ajak curhat. Beberapa waktu yang lalu dia juga sering menebak-nebak apa yang akan terjadi pada saya (udah kayak Paranormal gitu deh cint..) dan sialnya, beberapa tebakan dia benar dan tepat, hingga kadang membuat saya galau T.T
12.Fithnazza Hasnabilla Hari, ini saya nggak tau, saya sama Bella sejak SD bisa satu sekolah hihihi dia nih anak animasi, pinter banget gitu kalo suruh gambar *.* (mau dong Bell ajarin gue T.T)
13.Hamdan Surya Negara, Hamdan suka shuffle, suka bikin ide-ide juga buat TeBS, tapi anaknya nggak ragatan juga -___- (hihihi maaf hamdan :p)
14.Herienda Aqnestasya Deana Putrie, namanya panjang banget, dan tau nggak siapa panggilannya? Dea. Ngeselin banget nggak sih? hahaha nggak deng nama saya juga panjang kayak kereta-_-. Dea anaknya pendiem, pemaluuuu banget, kata di kata waktu kecil dia bisa ngliat apa yang nggak biasa orang bisa liat hihihi....
15.Ismail Jabir, aneh, suruh ngumpul tugas sukanya nggak tepat waktu, entah saya tidak tau isi pikiran dari anak dosen ini.
16.Khoirunnisa, nah kalo si Nisa hampir sama kayak Uchan, kalo dia Ibundanya TEBS, Alhamdulillah yah saya suka berbagi cerita dengan Nisa, abis nyangkut-nyangkut agama gitu bikin plooooong :''
17.Luthfi Fardyaz Rizaldi, Pak Bos? kok bisa? saya juga nggak tahu hehe tapi pokoknya si Lutfhi dipanggilnya pak bos gitu aja sih.
18.Marsella Maharani, kacamata, kuciran aneh-aneh, suka ngebentak, anak adiwiyata, anak sibuk, anak osis, duh cukup sudah saya tidak mau menjelaskan daripada emosi sendiri-______-
19.Muhammad Anhar, nggak tau si Anhar sekarang aneh padahal dulu baik hlo, pernah nganter saya pulang hehe
20.Nadya S Suhardo, gimana ya deskripsiin nana -_- abis mukanya innocent banget, tapi sekali omong pedes euy hihi sukanya pake pin stroberi dari kain flanel yang mesti buat ngelap keringet di idung :p
21.Nova Risky Amalia, "Kurasa ku tlah jatuh cinta, pada pandangan yang pertama..." nah! lirik satu ini sangat tepat buat si Nova alias Amaliyah. Pertama kali saya masuk kelas, yang saya liat punya chemistry dengan saya adalah si Nova, dan benar saja, dia menjadi teman bangku saya sampai akhir kenaikan kelas, ada apa-apa pastinya ceritanya ke Nova, pokoknya the best deh kayak lagunya Chibi yang best friend forever :p
22.Oriza Sativa Tunggadewi, anak BB yang suka nya di kejar-kejar kakak kelas yang mirip anak India hihihi maternya fisika deh pokoknya.
23.Qurrata A'yun Nindya Pawestri, ini adalah saya sendiri. saya tidak tau karakter saya, pokoknya asal di kelas ada yang manggil "Mamah (inget ya pake H)" itu berarti teman-teman sedang memanggil saya (duh berasa jd emak-emak-____-)
24.Rendra Satriya Wicaksana, apa ya? nggak tau deh ini absen dibawah saya yah ....fiuuuh. dia teman saya semasa SMP ketika di Bimbel, tapi katanya nggak kenal saya (yaampun jahatnyaT,T)
25.Risky Martha Kusuma, Cicik...itu...menawan kyahaha anaknya galak, item tapi mukanya mulus, gimana ya kalo ngomong sama dia jangan dimasukin ati, asik kok anaknya, oh iya paling rajin dateng kalo ada janjian-janjian mau ain :p
26.Rizky Anisa Listyamurti, Anis itu ndut :p yaps kalo nari bisa lemah gemulai jadinya, anaknya juga keliatan dewasa (beda kayak aku yang banyakan gojek, tapi dewasa juga hloh hehehe) nggak terlalu deket sih tapi kayaknya kelas 2 bakal sekelas sm Anis hehe
27.Sahrul Akbar, anak bal, kalo ngomong kayak politikus abis, nah ini dipacok-pacokin sama Mbok Jum
28.Siska Rahayu, Siska teh asli Subang Jawa Barat gitu, disini ngekost di deket sekolah, kalo
stres mesti nggak maem abis itu sakit ._.
29.Syara Suliandriani, ini yah badannya hampir kayak saya, abis sama-sama kurus sih sih heheh tapi kurusan Syara loh :p
30.Tommy Fajar, I dunno dari awal saya sudah tidak ngeh, cukup tidak perlu diceritakan muihihi
31.Usuf Usmaul, I just wanna say "Kapan Suf kamu bakal sadar? udah gede kalo dikelas jangan celelekan-______-" nggak punya tujuan iduplah..
32.Yogi Triprasetyo, ini Boyband nya TEBS, anaknya berasal dari Lampung, tapi badannya nggak segede gajah-gajah di Lampung hehe pernah ya dia tiap saat panggil saya "Mbak..mbak.." sampe saya heran dan memberanikan bertanya "Yog, kamu tau namaku nggak sih?" - "Enggak" skak mat makjleb setaun sekelas kok nggak tau namaku sih T,T
Nah itu tadi sedikit saya share tentang anak-anak TEBS, beraneka bukan? pembagian rapor tinggal menunggu hari, 30 Juni 2012, itu berarti untuk bisa bersama anak-anak TEBS sangatlah kecil kesempatannya. Mana kabar dikabar ada beberapa anak TEBS pindah keluar kota dan pindah sekolah..Duh saya semakin rindu.
Meski sakit hati pernah saya alami karena anggota dari TEBS sendiri, tapi rasa sayang saya kepada mereka lebih kuat untuk mudah memaafkan semua kekhilafan yang pernah terjadi. Yang selalu saya ingat adalah kekompakan abadi kami. Saya terharu ketika Kemah kemarin kami bisa menampilkan tari kolosal yang EXTRAORDINARY! Saya terharu dan saya bangga! Biarpun nanti sudah memiliki jalan sendiri-sendiri di IPA atau IPS, tapi saya yakin, hati kami tetap satu ... Ten Bhe Solidarity!
![]() |
Gambar oleh Fithnazza |
"Tak mudah untuk kita hadapi, Perbedaan yang berarti,Tak mudah untuk kita lewati,Rintangan silih berganti, Kau masih berdiri,Kita masih di sini, Tunjukkan pada dunia,Arti sahabat, Kau teman sehati, Kita teman sejati, Hadapilan dunia, Genggam tanganku"
Selasa, 05 Juni 2012
Green and Clean
- — Melakukan penghijauan dengan misalnya penanaman sejuta pohon, untuk industri kayu, lakukan tebang pilih tanam kembali.
- — Mencanangkan program Adiwiyata bagi sekolah-sekolah dan program “SEMUTLIS” atau Sepuluh
- Menit Membersihkan Lingkungan Sekolah.
- Membuang sampah pada tempatnya.
- Menjaga lingkungan dengan tidak merusak bibit-bibit tanaman.
- Melestarikan tanaman dengan menjaga kelangsungan hidup tanaman tersebut.
- Mengurangi polusi udara dengan meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor.
Rabu, 16 Mei 2012
Cinta Sejati?
Sabtu, 12 Mei 2012
Raisa Andriana
Selasa, 08 Mei 2012
Generasi Pemenang
Senin, 07 Mei 2012
pemimpin wanita yang menyejukkan hati.
Qurrata A'yun Nindya Pawestri, itu adalah nama saya. nama pemberian orang tua yang berisikan ribuan do'a dan harapan yang baik untuk saya. arti dari nama saya adalah pemimpin wanita yang menyejukkan hati. saya bangga ketika mengetahui dan menyadari bahwa orang tua saya memiliki harapan yang sangat mulia, mereka menginginkan saya untuk menjadi seorang pemimpin wanita. pemimpin wanita yang dapat mengarahkan para pengikutnya untuk menuju jalan yang bermuara pada hati. hati yang dimaksud adalah hati yang bersih, bersih dari penyakit hati, dari tekanan dan nantinya akan menyejukkan untuk siapapun.
nama yang berisi ribuan harapan selalu terbayang-bayang di benak saya. kapan ya saya bisa menjadi pemimpin wanita yang menyejukkan hati? menjadi pemimpin idaman orangtua? dan saat ini saya masih mencari jati diri saya dengan cara menggali dan menggali dan belajar dari seorang pemimpin. saya lebih suka menjadi pemimpin diri saya sendiri sebelum menjadi pemimpin orang lain namun saya juga menjadari bahwa hidup selalu berjalan dan saya tidak bisa terus-terusan mengikuti orang lain dan tidak bisa menjadi pemimpin. saya harus berpindah, saya menginginkan suatu saat dapat membahagiakan orangtua saya untuk menjadi pemimpin.
sekecil apapun usaha akan saya lakukan untuk menjadi seorang pemimpin. contoh sederhana adalah ketika upacara bendera diadakan, saya heran kenapa teman-teman tidak ada yang mau berdiri di depan? apa mereka takut? takut untuk apa? takut panas? saya rasa semua juga merasakan panas. takut ketahuan guru bila mengobrol? ya, mungkin saja itu bisa terjadi. maka dari itu saya belajar dari hal kecil ini, saat upacara bendera saya mencoba untuk berdiri didepan, meski panas, terlihat guru-guru bila, namun saya lakukan. dari hal kecil ini sudah membuat hati kecil saya merasa bangga dan bahagia karena saya sudah satu langkah ke depan untuk maju. ketika di kelas pun begitu, saya duduk di meja terdepan. mengapa? alasan sejujurnya adalah karena meja-meja yang lain sudah penuh dan saya terpaksa duduk di depan. itu adalah jawaban saya terdahulu jika orang lain bertanya, namun semakin kesini saya berpikir, duduk di meja depan tidaklah menakutkan. saya malah bisa fokus, bisa lebih jelas dengan penjelasan guru dan niat saya untuk benar-benar sekolah tidak mlengse, saya pikir bila saya dibelakang akan kebanyakan mengobrol dan bersenda gurau. dari sini saya belajar bahwa menjadi pemimpin itu sederhana dan dapat dilakukan meskipun dengan hal-hal kecil.
menjadi pemimpin itu tidak mudah. saya menerapkan 4 sifat nabi dalam menuju sukses untuk menjadi pemimpin. yang pertama adalah sifat Shiddiq yang artinya jujur. saya mencoba untuk selalu jujur dalam keadaan apapun, meski hasilnya akan pahit namun saya yakin kepahitan dari kejujuran akan membawa manis dikemudian. yang kedua adalah Amanah yang artinya dapat dipercaya. kepercayaan seseorang kepada orang lain akan terlihat dari perilaku kita sehari-hari. saya belajar untuk percaya dan dipercaya orang dalam menjalani apapun. yang ketiga adalah Tabligh yang artinya menyampaikan. apapun kabar, baik buruk senang sedih, semua harus disampaikan. sebisa mungkin saya juga dapat menyampaikan ilmu saya karena ilmu tak akan ada habisnya bila dibagi, yang ada adalah akan semakin bertambah karena di asah setiap saat. dan yang terakhir adalah Fathonah. Fathonah artinya cerdas. saya belajar menjadi seseorang yang cerdas, berpikir rasional dan selalu mencoba.
saya ingin menjadi pemimpin. pemimpin yang takut salah. karena dari kesalahan saya bisa belajar dari pengalaman yang nantinya bisa saya jadikan menjadi guru yang berharga. saya ingin menjadi pemimpin yang bisa menjadi diri sendiri, penuh masukan dari orang lain, karena pemimpin juga manusia biasa yang tak sempurna dan kadang salah (btw ini kayak lagunya Yovie Nuno hehehe). saya ingin menjadi pemimpin yang bijaksana dan disukai banyak orang, bisa persuasif dan bisa membaur dalam keadaan apapun. perlahan tapi pasti. keinginan untuk menjadi pemimpin akan saya raih dengan segera. yang jelas adalah seorang pemimpin wanita yang menyejukkan hati akan menjalani hidupnya dengan alon-alon waton kelakon.
Yogyakarta, 7 Mei 2012
Minggu, 06 Mei 2012
menulis itu (tidak) mudah kan?
mungkin untuk seorang penulis itu adalah hal biasa dan sudah menjadi makanan sehari-harinya yang tidak pernah luput dari hidupnya. namun untuk pemula, menulis pun tidak semudah membalikan telapak tangan, perlu pikiran ekstra untuk bisa mengeluarkan kata-kata, mengeluarkan ide dan menuliskannya menjadi suatu karangan yang indah.
saya tiba-tiba mendapatkan ide ini pagi tadi ketika saya melihat kakak dari sahabat saya mencoba menulis di blognya. saya tercengang. saya kagum, si kakak punya target yang amat sederhana namun tak mudah untuk dijalani.anda tau apa hal tersebut? MENULIS!
ketika saya membaca blog tersebut, bagaimana saya tidak terkagum? dia memiliki target untuk menulis dalam waktu satu bulan alias 31 hari secara berturut-turut. bukankah itu hal yang mudah? tidak bagi syaa, karena menulis itu butuh mood yang baik, butuh motivasi juga dari orang lain.seperti contoh nyatanya saya yang sudah meniru si kakak.
saya akui saya meniru ide si kakak karena hal tersebut menurut saya sangat menarik. memang benar kalau orang indonesia itu suka meniru, termasuk saya. ide terkadang susah untuk keluar dari pikiran namun jika sudah ada yang mencontohkan mungkin kita tinggal melanjutkan dengan mudah..
saya pikir hal yang saya lakukan juga toh tidak merugikan orang lain kan? saya menulis, saya bisa mengeluarkan apa yang saya pikirkan, bukankah itu sederhana? saya ingin mengikuti ide kakak yang menulis untuk setiap harinya. tapi saya tidak akan ngebet memaksa diri saya untuk harus langsung bisa menulis dalam waktu 31 hari karena terkadang ada hal mendadak yang selalu mengelilingi perjalanan kita setiap harinya.
saya tidak akan ngebet, saya tidak butuh 31 hari. saya rasa kemampuan seseorang dengan orang yang lain akan berbeda. saya akan mencoba dari yang sesederhana mungkin. waktu yang kilat namun santai dan berprioritas, tujuh hari bukan tiga puluh satu hari. saya berharap, semoga apa yang saya lakukan kelak bermanfaat hehe terimakasih :D
Senin, 16 April 2012
Melepas Rindu
Masihkah engkau mengenaliku?
Atau bahkan aku yang tlah melupakanmu?
Mustahil!
Teringat jelas bayangan kecil dari dirimu
Setiap langkahmu menghampiriku
Caramu memanjakanku dengan penuh mesra
Belaian cinta dan kasihmu yang beradu
Sungginganmu yang membuatku gagu
Sorot tajammu, yang menaklukanku
Bak membangkitkan kehidupanku yang lama fana'
Aku terdiam kaku terpaku
Tlah lama aku merindu
Merindu menatap dua kelopak yang indah itu
Berisi tatapan kudus yang dulu kau berikan padaku
Rindu!
Aku merindu!
Aku ingin berlari kencang menemuimu
Tersentak langkah Ku terhenti, 'untuk apa?' tanyamu
Untuk berbagi tawa, canda , dan cinta
Untuk menjadi penopangku ketika aku terjatuh
Untuk memintamu menjadi jembatan diantara cita-citaku
Dan aku, ingin berlari kencang menemuimu
Untuk memintamu kembali disisiku, walau sekedar untuk melepas rindu
Fajar Malam bersama Senja
Dari barat, sang mentari pun melepaskan lelahnya, perlahan tenggelam, lenyap, tergantikan oleh datangnya fajar malam
Nyiur hijau melambai, menari teriringi deburan ombak laut yang menghantam karang
Gemercik air laut berpadukan bayang-bayang fajar malam terpancar jelas berkilauan
Tiupan angin mulai berubah arah seakan tak sabar ingin pulang
Burung-burung mengepakkan sayapnya, terbang melayang, bebas tak berbeban
Senja yang indah, bersama naungan fajar malam, bersatu padu, saling bercengkrama, berliak-liuk bagai penari yang lemah gemulai
Senja yang tercipta, dalam hening dan redup, redup perlahan bak lilin-lilin kecil, membawa kedamaian, untuk sebuah fajar malam
Fajar malam, di dalam senja yang abadi, bersiap ditemani oleh datangnya kemerlip bidadari
#13 Maret 2012
Cara Pandang Kecil yang Membesar
Sabtu, 14 April 2012
Apa motivasi Adik mengikuti seleksi dan program Bina Antarbudaya?
Saling berbagi pengalaman dan pandangan tentang masing-masing budaya yang ternyata sangat beranekaragam, saya ingin merasakan bagaimana rindunya dengan kampung halaman dan mencoba survive di negara lain,belajar berbagai hal yang sebisa mungkin akan saya pelajari dari negara lain. Program ini merupakan salah satu motivasi saya untuk bisa belajar ke luar negeri, wahana saya untuk menyampaikan semua keinginan saya yang sebelumnya sangat saya impikan, saya ingin menunjukkan bahwa saya bisa, dan seperti kutipan pada buku yang pernah saya baca, bahwa saya bukan hanya sebuah daging berjalan yang punya nama, namun saya yakin bahwa saya bisa menjadi 'benar-benar orang' , program ini bisa membawa saya ke dalam dimensi yang baru, pandangan yang baru, bersama orang-orang baru untuk menemukan jati diri saya yang berkualitas.
Senin, 13 Februari 2012
Mawar merah (Luka)
Kamis, 19 Januari 2012
Ingatkah, Senja?
Senin, 02 Januari 2012
Because of Time, Aku dan Engkau Tak Selalu Bersama
Because of Time, Aku dan Engkau Tak Selalu Bersama
Oleh : A’yun Pawestri
Pagi itu, matahari masih enggan memunculkan sinarnya yang menerangi bumi, jalanan lenggang dan air yang menggenang membasahi jalanan kota, semalam hujan turun amat deras sehingga dingin masih merasuk hingga tulang-tulang tubuh.
Hari ini hari Minggu. Aku masih bermalasan untuk bangun, apalagi hujan yang semalam turun membuatku tak ingin meninggalkan kamar kesayanganku.
“Greeek..greeek…greeek…” hapeku bergetar, Dewa? Ngapain dia pagi-pagi telepon gini” keningku berkerut, segera ku angkat telepon tadi.
“Halooo? Ngapain Bang pagi-pagi telepon?” serangku tanpa ragu.
“Yaaaah si Genduk, liat tuh sekarang jam berapa? Lupa ya hari ini ada janji? “
Astaga! Aku lupa, hari ini kita janjian buat olahraga bareng di taman yang tak jauh dari rumahku.
“Ehh maaf bang aku kesiangan, di rumah sendirian nih nggak ada yang bangunin hehe makluuum … maaf yaaah! “ aku nyengir megingat aku lupa menyalakan alarm di HPku.
“Yee dasar ngebo terus kan si Cita kerjaannya” suaranya meninggi, berpura-pura marah kepadaku.
“Lah kan aku udah minta maaf, Bang! Ya udah sebagai gantinya aku traktir Bubur ayam Pak Jan deh Baaaang..aku siap-siap, kamu langsung ke sini ya, Bang! Kliik…” segera ku matikan HPku sebelum dia menolak dengan ribuan alas an dan memarah-marahiku karena keteledoranku bangun siang.
*****
Tak perlu menunggu waktu yang lama, Dewa sudah berada di teras rumahku dan menungguku berdandan. Dia selalu tepat waktu, dengan setia dia menungguku, rasanya nyaman bila dia selalu berada di dekatku, ini bukan pertama kalinya kami pergi bersama, namun aku selalu ingin tampil sempurna ketika berada di hadapannya. Setelah selesai, kami melesat ke warung bubur ayam Pak Jan yang telah menjadi langganan kami. Bubur ayam Pak Jan memang tiada tanding, apalagi makan bersama Dewa, rasanya sangat istimewa.
*****
Berkali-kali nomor tak di kenal menelponku dan terabaikan, karena saat itu aku sedang makan dan HPku berada di kamar. Sepertinya penting, batinku. Baru aku akan menelpon kembali, tiba-tiba nomor tadi menelponku kembali, dan segera ku angkat.
“Halo? Maaf ini siapa?” tanyaku heran
“………………………………” sunyi, tak ada sahutan dari seberang
“Haloooo? Ada perlu apa ya?” tanyaku kembali
“Cit?......”
JLEB!! Suara ini, suara yang amat sangat aku kenal, suara yang dulu sering mendendangkan lagu untukku, suara yang pernah membuat hatiku bergetar saat mendengarnya, suara yang hilang selama tiga tahun, dan tanpa kabar.
“Pppppuuutraa….? Dengan bergetar aku mencoba menanyakannya.
“Iyyyaaaa, Cit … kamu masih mengenalku?” tanyanya ragu.
Aku tersentak, aku terdiam, seakan lidahku amat kelu untuk menjawab pertanyaan yang mudah itu. Mana mungkin aku bisa melupakannya, dia yang berada di jauh sana, dia yang selama tiga tahun ini amat kurindukan, hingga akhirnya aku menemukan seseorang yang bisa mengubahnya, membantuku melupakannya dan membuatku lebih bahagia.
“Cita? Kok diem? Kamu apa kabar?” terdengar dari seberang dia susah untuk menyusun kata-kata.
“Aaaaku baik, kamu gimana? Di luar-negri?” tekanku, sebelum dia menjawab aku bertanya lagi, “Kamu ada apa telepon aku? Suaraku lebih meninggi kali ini.
“Aku baik, aku sekarang ada di Jogja, Cit…aku udah balik. Aku kangen, aku pengen bertemu denganmu” suaranya merendah penuh harap.
“Oh hahahaha …. ” aku tertawa, tawa bukan bahagia, tapi sedih.
“Jadi? Bagaimana? “tanyanya kembali membuyarkan lamunanku.
“Maaf Put, aku sedang sibuk, maaf tugasku sedang menumpuk…selamat malam” air mataku jatuh.
Ya…setelah satu tahun ini aku mencoba untuk tidak menangis, tapi kali ini Putra datang dan kembali membawa kabar yang lama aku nanti. Putra yang setahun pernah mewarnai hari-hariku dengan menjadi kekasihku, dia adalah seseorang yang amat ku sayangi, Ayahnya adalah seorang dosen, hingga suatu hari keluarganya harus berpindah ke Amsterdam karena mengikuti sang Ayah yang mengajar di sana. Akhirnya kami berpisah, dan dia meninggalkanku tanpa kabar yang jelas, tanpa perpisahan yang indah karena sejak awal kami memang tidak terlalu direstui saat berpacaran karena ayahnya yang berstatus lebih tinggi menjadi seorang dosen dan ayahku hanyalah seorang wirausahawan yang kini sudah dibilang sukses.
Tanpa sadar ternyata Dewa sudah berada di depan kamarku sedari tadi, dia mengamatiku dan spontan aku kaget. Dia melihatku menangis, dia terlihat heran, namun segera tertepis karena dia tau, bila aku menangis pasti karena aku amat sedih dan tak kuat membendungnya.
“Kamu kenapa, Nduk? Siapa yang barusan menelponmu? ” tanyanya hati-hati
Segera aku usap tangisku, aku tersenyum.
“Enggak kok, Bang..bukan siapa-siapa” aku mencoba berbohong.
“Udah, Nduk jangan bohong, kayak aku baru kenal kamu tadi sore aja, Ayo cerita!”
Nama itu terngiang kembali dalam pikirku sebelum aku kembali menjawab pertanyaan Dewa.
“Putra, Bang. Barusan dia yang menelponku” kaku, aku berdebar, takut bila kataku barusan menyinggungnya.
Seperti yang ku duga, ekspresinya berubah seketika, wajahnya memerah, memancarkan emosinya akan meluap. Aku percaya, dia bisa menahannya.
“Maaf, aku juga nggak tau kenapa dia tiba-tiba menelponku” aku mencoba menjelaskan.
“Iya, Nduk aku ngerti kok, ya udah nggak usah di pikir, toh itu juga masa lalu kan …”
Aku tersenyum, aku tau Dewa tak pernah mempermasalahkan ini, dia amat tegas dan bersikap dewasa. Deburan ombang yang menghantam karang berasa berpindah ke hatiku, aku sangat bahagia, ya bahagia, karena Dewa.
“Makasih ya, Bang! Bang Dewa emang yang paling ngerti kok.”
Aku masih tak percaya dengan apa yang barusan terjadi. Kami turun ke ruang keluarga, untuk bercakap bersama.
*****
Setelah hari itu, Putra selalu SMS atau menelponku, sering aku mengabaikannya, aku tak ingin kembali dan jatuh cinta kedua kalinya padanya. Awalnya aku menganggap biasa, namun lama kelamaan aku merasa terganggu dengan caranya. Dewa yang tau ini, masih menganggapnya wajar, masih selalu sabar menemani dan mendampingiku. Hingga suatu hari Putra benar-benar menemuiku dan datang ke rumahku. Aku serba salah namun bagaimanapun, dia adalah tamu dan aku harus menghormatinya.
“Cit, aku mau bicara denganmu” katanya serius.
“Apa?” tanyaku ragu.
“Cit, aku minta maaf karena selama ini tiba-tiba hilang dari hidupmu, dan nggak pernah memberimu kabar, bukan karena aku nggak sayang kamu, selama ini aku mencari-cari kabar tentangmu dan aku nggak nemuin sama sekali, aku baru menemukan akun Facebook danTwittermu pun baru dua hari yang lalu, dan kamu tau kan bagaimana ayah dan mamaku yang terlalu memprotect-ku?”
Hatiku berkecambuk. Apa maksud Putra ngomong begitu? Apa diaa…..ahh tidak mungkin! Sanggahku dalam hati dengan segera.
“Cit, aku pengen kita balikan, tolong Cit terima aku kembali … aku ingin memulai semua dari awal”
Benar. Apa yang ku takutkan terjadi.
“Maaf Put, kita udah terlalu lama berpisah, aku nggak mungkin bisa buat nerima kamu lagi, hidup kita udah beda dengan yang dulu … maaf!” aku tertunduk lesu.
“Tapikan seperti apa yang ku katakan tadi, kita bisa memulai dari awal Cit, sungguh..aku masih menyayangimu” dia kembali meyakinkanku.
“Bukan hanya itu alasannya yang membuat kita nggak bisa kembali, suatu saat kamu bakal tau kok…”
“Apa karna kamu udah menemukan penggantiku, Cit? “ aku tersenyum, dan dia tertunduk lesu.
“Hmm…ya sudah, maaf Cit aku nggak akan mengganggu hubunganmu dengan siapapun itu, tapi aku hanya ingin kembali bersahabat seperti sebelum kita pacaran dulu”
Hatiku tenang seketika, lega merajalela melunjak dihatiku.
“Iya Put….” Kataku singkat
“Semoga kamu bahagia dengan lelaki pilihanmu, aku pamit dulu ya…Maaf udah selalu mengganggumu”
Segera Putra meninggalkan rumahku dengan lesu dan langkah yang lunglai. Sungguh ini tak semudah membalikkan telapak tangan.
*****
Sepulangnya Putra, aku segera menelpon Dewa, aku menceritakan semua apa yang barusan terjadi, respon yang tak ku duga, bukan marah atau bagaimana tapi Dewa malah tertawa tak henti-hentinya. Aku tau dia telah mempercayaiku, aku tau dia telah mencintaiku, melindungi dan mencoba memberiku yang terbaik. Empat tahun pengorbanannya terjawab sudah.
*****
Di tempat lain terlihat Putra yang masih gelisah, dia masih terpuruk mengetahui Cita, wanita yang amat di cintainya telah menemukan seorang tambatan hati, iseng dia membuka aku Facebook Cita dan melihat infonya, dan kaget dia membacanya……
Regycta Destawiratih
Status : In a relationship with Dewangga Rastanta
Pria itu, pria yang dulu selalu bersama-sama dengannya. Dewa, sahabatnya yang selalu mengalah dan sudah empat tahun memendam rasa cintanya pada Cita, memang pantas mendapatkan Cita, dan Putra tau, dia terlambat.